Di sisi lain, Kemlu juga menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan. Kronologi kejadian harus jelas, pihak yang bertanggung jawab harus diungkap. Akuntabilitas, ditegaskan, adalah hal mutlak.
Latar belakang insiden ini pun disorot. Ledakan terjadi di tengah eskalasi serangan Israel ke Lebanon. Operasi militer Israel di selatan Lebanon disebut terus berlanjut, disertai pernyataan-pernyataan yang berpotensi memanaskan keadaan. Semua ini, menurut Kemlu, berisiko mendestabilisasi kawasan dan yang jelas terus membahayakan nyawa pasukan perdamaian PBB.
Pesan Indonesia tegas: keselamatan personel penjaga perdamaian adalah harga mati. Membahayakan mereka sama saja melanggar hukum internasional. Pelanggaran seperti itu tidak boleh dibiarkan begitu saja.
Pernyataan itu ditutup dengan doa. “Indonesia mendoakan pemulihan cepat bagi para personel yang terluka serta menyampaikan solidaritas kepada mereka dan keluarganya.”
Suara itu menggema dari Jakarta, menuntut tindakan cepat di tengah situasi yang makin panas.
Artikel Terkait
Satgas Pamtas, Polres, dan Warga Bersihkan Pasar Ilu di Puncak Jaya
Jembatan Beton Gantikan Jembatan Sasak Rapuh di Boyolali, Warga Bersyukur
Serangan Israel di Tyre Rusak Rumah Sakit, 11 Orang Luka-luka
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon