Di sisi lain, dalam keterangan unggahannya, Jenderal Agus menekankan bahwa keselamatan personel adalah hal nomor satu. Dia menulis bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan setiap prajurit di Lebanon selatan aman dan terlindungi selama menjalankan misi perdamaian yang sulit itu.
Tak lupa, dia juga menyelipkan doa. "Semoga seluruh prajurit senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa," tulisnya. "Diberikan kekuatan dan keteguhan di setiap langkah pengabdian. Doa kami menyertai setiap langkah kalian."
Arahan ini tentu punya konteks yang berat. Kita tahu, misi di Lebanon bukan tanpa risiko. Sudah ada tiga prajurit TNI yang gugur di sana: Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur, dan Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon. Beberapa lainnya juga mengalami luka-luka. Situasi seperti inilah yang membuat perintah untuk tetap berada di dalam bunker menjadi sangat masuk akal dan mendesak.
Jadi, itulah update terbaru. Panglima memantau dari jauh, memberi perintah keselamatan, sementara anak buahnya di lapangan siap menjalankan dengan penuh disiplin. Semoga semua berjalan baik dan mereka bisa pulang dengan selamat.
Artikel Terkait
Kepala Layanan Medis Iran Konfirmasi 24 Petugas Kesehatan Gugur dalam Konflik
Gubernur Sulsel Resmikan Kerja Sama PSEL Rp 3 Triliun di Makassar
Debt Collector Tewas Ditikam Saat Tarik Mobil di Baturaja, Pelaku Menyerahkan Diri
Dua Personel Brimob Metro Jaya Perkuat Timnas di Kejuaraan Dunia Indoor Skydiving 2026