Intinya, unit yang langsung berhubungan dengan masyarakat wajib WFO. Sementara unit pendukung bisa dapat jatah WFH. Syaratnya jelas: target kerja harus tercapai dan kualitas pelayanan nggak boleh turun.
"Jadi, unit pelayanan publik langsung tetap melaksanakan WFO, sedangkan unit pendukung dapat melaksanakan WFH secara efektif," tegas Jatmiko.
Nah, ada hal menarik lain. Pemkot Tangerang rencananya akan menghitung penghematan anggaran dari kebijakan ini. Laporannya dibuat per bulan. Penghematan itu bisa dari mana aja; listrik, BBM, air, hingga telepon. Kebijakan yang mulai berlaku 1 April ini akan dievaluasi tiap dua bulan sekali.
Bicara soal penghematan energi, Jatmiko juga menyebut rencana perluasan car free day. Bisa jadi ditambah ruas jalannya, atau bahkan durasi waktunya. Ini sekaligus untuk tekan polusi udara.
Di akhir penjelasannya, dia berpesan keras. WFH bukan liburan.
imbuhnya. Harapannya, dengan memanfaatkan teknologi, produktivitas dan pelayanan kepada masyarakat justru bisa lebih baik.
Artikel Terkait
Iran Ancam Serang Pangkalan AS dan Sekutu di Teluk Jika Pasukan Tak Ditarik
Perwira Polisi di Jambi Didemosi Usai Kurir Sabu 58 Kg Kabur dari Ruang Penyidikan
Andre Rosiade Gelar Turnamen Padel Gratis untuk Dorong Olahraga Keluarga
Gubernur DKI Kunjungi Siswa Korban Keracunan Makanan di RSKD Duren Sawit