Pengamat politik Rocky Gerung menyatakan kesiapannya untuk menjadi jurubicara (Jubir) mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi dan kritik terhadap arah pemerintahan.
Hal ini ditegaskannya menyusul pertemuan dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, yang sempat menuai kecurigaan publik.
“Saya ingin menjadi jurubicara mahasiswa, jurubicara kampus. Bukan jurubicara universitas,” kata Rocky lewat kanal YouTube miliknya, Kamis 10 April 2025.
Sosok yang akrab disapa RG itu menyoroti kondisi dunia pendidikan tinggi saat ini yang menurutnya mulai kehilangan keberanian dalam merawat kebebasan berpikir.
Rocky menyindir keras para birokrat kampus yang takut kehilangan jabatan hingga membatasi ruang gerak mahasiswanya.
“Karena universitas itu isinya juga banyak yang maling, banyak yang plagiat, banyak yang dosen, rektor yang nitip jabatan, takut mengucapkan pikiran lalu mencegah mahasiswanya di dalam studi segala macam untuk berupaya menghalangi demonstrasi, itu konyol," ungkap Rocky.
Dia melihat mahasiswa memiliki hak penuh untuk memperjuangkan masa depan mereka sendiri. Ia mengajak seluruh elemen kampus untuk tidak takut bersuara, apalagi tunduk pada tekanan politik.
Pernyataan Rocky ini juga menjadi respons terhadap anggapan bahwa pertemuan dirinya dan sejumlah tokoh dengan Dasco merupakan bagian dari upaya melunakkan oposisi dan menggembosi gerakan mahasiswa.
Akademisi yang dikenal kritis ini membantah tuduhan tersebut dan menegaskan komitmennya untuk terus berada di pihak publik yang kritis.
“Mahasiswa punya hak untuk mendalilkan masa depan mereka. Dan kita mesti memfasilitasi itu,” tutup Rocky.
Sumber: rmol
Foto: Pengamat politik Rocky Gerung/Ist
Artikel Terkait
Kejagung Pastikan 21.801 Motor Listrik BGN Tetap Digunakan untuk Program Makan Bergizi Gratis Meski Disidik Korupsi
Ana/Trias Bangkit dari Keterpurukan, Lolos ke Final Australian Open 2026
STIEM Bongaya Makassar Juarai NCFS 2026 Usai Taklukkan STIE Indonesia Jakarta 3-2
Polisi Tetapkan Dua Tersangka Penyelundupan Sembilan Warga Uzbekistan ke Australia