Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal Iran memang bikin pusing. Seperti angin yang berubah arah, ucapannya tentang konflik AS-Israel dengan Iran bolak-balik terus. Sulit ditebak mana yang bakal jadi kebijakan.
Kita lihat saja rangkaian pernyataannya belakangan ini, terutama sejak Selat Hormuz jadi ajang ketegangan. Awalnya, dia teriak minta tolong. Tapi kemudian, sikapnya berbalik seratus delapan puluh derajat.
Ingat serangan AS dan Israel akhir Februari lalu? Nah, Iran merespons dengan mengetatkan jalur di Selat Hormuz. Dari situlah drama pernyataan Trump ini dimulai.
Mula-mula Minta Bantuan NATO
Saat selat itu dikencangkan Iran, Trump langsung bersuara. Dia bilang banyak negara yang kena dampak. Harapannya, negara-negara NATO mau kirim bantuan buat buka jalur itu.
Eh, Tapi Tiba-tiba Bilang "Tak Butuh Bantuan"
Rupanya respons sekutunya kurang greget. Banyak yang ogah-ogahan. Trump pun langsung ganti haluan. Pada 16 Maret, dengan nada tinggi dia klaim AS bisa jalan sendiri.
Gak berhenti di situ. Amarahnya kemudian meluncur ke sekutunya sendiri.
Sindiran Pedas untuk NATO
Tanggal 20 Maret, melalui platform media sosialnya, Trump melontarkan kritik tajam. NATO disebutnya cuma macan kertas kalau tanpa Amerika.
Artikel Terkait
AS Gelar Operasi Penyelamatan Usai Pesawat Tempur Jatuh di Iran, Teheran Klaim Tembak Jatuh
Taman Ragunan Ramai Dikunjungi 13.000 Orang di Pagi Hari Libur Panjang
Polda NTT Kerahkan 3.227 Personel untuk Amankan Semana Santa di Larantuka
Tiga Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi Ditangkap, Motifnya Dendam Lama