"Ambil contoh wilayah barat dan timur. Diduduki mayoritas Suni, tapi tetap ada warga Syiahnya. Begitu pula sebaliknya. Di komunitas Syiah, ada juga Ahlusunah. Mereka nggak lagi kenal yang namanya pencerai-beraian," tambahnya.
Ia bahkan menyebut, banyak dari Ahlusunah yang jadi tentara dan panglima di Iran. Intinya, soal mazhab ini sudah tidak jadi bahan perdebatan lagi.
"Jadi ya sudah nggak ada lagi. Mereka juga sadar," ucap Boroujerdi dengan nada getir. "Ketika rudal Israel dijatuhkan, rudal itu nggak pilih-pilih. Suni atau Syiah, semuanya kena dampaknya."
Karena itulah, dalam kondisi perang seperti sekarang, ia menegaskan bahwa perbedaan mazhab dan agama tak perlu dibesar-besarkan. Justru, yang memisah-misahkan itu siapa?
"Kalau kita lihat fakta hari ini, Israel-lah yang aktif memisah-misahkan antaragama," tutupnya tegas.
Artikel Terkait
Polisi Bongkar Praktik Suntik Gas Subsidi ke Tabung Non-Subsidi di Karanganyar
Turki Siapkan Lima Jalur Cadangan Minyak dan Gas Antisipasi Blokade Selat Hormuz
Balon Udara Bermuatan Petasan Meledak, Atap Rumah Warga Tulungagung Hancur
11 Sumur Minyak Ilegal di Muba Ludes Terbakar, Polisi Buru Pemilik