"Sentra genteng di Jateng ada Kebumen dan Jepara, ini akan kita manfaatkan," papar Maruarar. Menurutnya, dengan memanfaatkan produk lokal, UMKM setempat bisa ikut maju.
Sementara itu, dari pihak Jawa Tengah, Ahmad Luthfi memberikan gambaran soal penanganan backlog perumahan. Di tahun 2025, sekitar 274.514 unit berhasil ditangani. Angka itu menurunkan sisa backlog sekitar 20%, menjadi 1,058 juta unit. Upaya penanganannya sendiri bersumber dari mana-mana: APBD, Baznas, CSR perusahaan, hingga swadaya masyarakat.
Luthfi juga menyampaikan sejumlah usulan untuk tahun ini.
"Hari ini kami usulkan terkait BSPS 2026. Untuk penanganan kawasan permukiman kumuh kita usulkan di Batang, Banyumas, Jepara, dan mungkin di Kota Semarang. Rumah susun juga ada kami usulkan," katanya.
Jadi, terlihat upaya yang cukup komprehensif. Dari kredit, subsidi, hingga pemberdayaan UMKM, semua digarap. Targetnya jelas: menggerakkan ekonomi sekaligus memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat.
Artikel Terkait
AS Klaim Tanggung Jawab Serangan yang Runtuhkan Jembatan Vital Iran, Korban Jiwa Berjatuhan
Ibadah Jumat Agung dan Salat Jumat di Istiqlal-Katedral Berjalan Damai
Ribuan Jemaat Padati Gereja Katedral Jakarta untuk Peringatan Khidmat Jumat Agung
TVRI Gelar Fun Walk Bola Gembira Serentak di 26 Provinsi