Malam itu, Rabu 1 April 2026, suasana di sekitar SPBE Cimuning, Bekasi, tiba-tiba berubah jadi mencekam. Dentuman keras pecah, disusul kobaran api yang menjulang tinggi ke langit. Kebakaran hebat di stasiun pengisian elpiji itu tak hanya melahap fasilitas, tapi juga merembet ke sejumlah rumah warga. Akibatnya, ada beberapa korban luka yang harus dilarikan ke rumah sakit.
Api berkobar sekitar pukul setengah sepuluh malam. Butuh waktu lama, hampir enam jam, bagi petugas pemadam kebakaran untuk akhirnya bisa mengendalikan situasi. Barulah pada Kamis dini hari, pukul 03.45 WIB, si jago merah itu benar-benar padam.
Menurut sejumlah saksi, rentetan ledakan terdengar beberapa kali. Suaranya menggelegar, bikin kaca rumah bergetar. Wajar saja, lokasi SPBE ini memang berhimpitan dengan permukiman padat penduduk di Jalan Cinyosog, Mustika Jaya. Tak heran, kobaran api dengan cepat menjalar dan menghanguskan beberapa rumah warga yang berada terlalu dekat.
Untuk mengatasi bencana ini, petugas damkar mengerahkan sembilan unit mobil ke lokasi. Mereka bekerja keras di tengah kondisi yang sangat berbahaya, mengingat sumber api berasal dari fasilitas yang menyimpan gas elpiji dalam jumlah besar.
Artikel Terkait
Atap PAUD Ambruk di Pandeglang, Laporan Revitalisasi Sebelumnya Tak Digubris
Kebakaran Diduga Korsleting Hanguskan Ruang Guru SD di Bogor, Ujian Ditunda
BMKG Catat 422 Gempa Susulan Usai Gempa M 7,6 di Bitung
Gempa M 5,2 Guncang Maluku Utara, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami