"Solusinya bagaimana? Sebagian harus dialihkan kepada masyarakat," ujar Kholid, merujuk pada kemungkinan kenaikan harga BBM.
Pandangan serupa datang dari parlemen. Sartono Hutomo, Anggota Komisi XII DPR RI, mengapresiasi upaya Pertamina. Namun, ia menekankan pentingnya komunikasi yang jelas ke publik. Informasi tentang ketersediaan stok harus disampaikan dengan terukur dan mudah dipahami.
"Agar publik merasa aman dan tidak mudah terprovokasi," kata Sartono.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk bersikap kritis. Jangan mudah percaya pada informasi kenaikan harga yang belum jelas kebenarannya. Penimbunan BBM, menurutnya, justru akan mengacaukan sistem distribusi dan merugikan banyak orang.
"Pastikan informasinya berasal dari sumber resmi," pesannya.
Nuansa krisis memang terasa. Tapi pesan intinya coba disampaikan berulang: stok masih ada, pemerintah berusaha, dan yang dibutuhkan sekarang adalah ketenangan serta kebijaksanaan bersama.
Artikel Terkait
Komisi III DPR Tegaskan Putusan Bebas Videografer Amsal Sitepu Sudah Berkekuatan Hukum Tetap
Rumah di Cempaka Putih Dibobol Maling Saat Kosong, Laptop hingga Koleksi Topi Raib
MPL ID Season 17: RRQ Hoshi dan Alter Ego Berjuang Bangkit di Pekan Kedua
Komnas HAM Segera Panggil Empat Anggota TNI Tersangka Penyiran Air Keras Aktivis KontraS