Menurut penyelidikan awal Penjaga Perbatasan, drone itu kemungkinan memasuki wilayah udara Finlandia antara tanggal 30 dan 31 Maret. Ini bukan kali pertama. Pejabat sudah mengonfirmasi bahwa salah satu dari dua drone yang jatuh pada Minggu (29/3) juga milik Ukraina. Menanggapi hal itu, Kyiv pun telah meminta maaf.
Namun begitu, pihak Ukraina punya penjelasan. Mereka menyebutkan bahwa drone-drone tersebut kemungkinan besar menyimpang dari jalur penerbangan akibat adanya campur tangan atau gangguan dari Rusia.
Narasi itu cukup masuk akal melihat konteksnya. Pekan lalu, Kyiv diketahui menyerang fasilitas pelanggan di pantai Rusia yang menghadap Teluk Finlandia menggunakan drone. Serangkaian insiden ini jelas menimbulkan ketegangan di kawasan.
Di sisi lain, pemerintah Finlandia berusaha menenangkan situasi. Perdana Menteri Petteri Orpo pada Selasa (31/3) menekankan bahwa tidak ada ancaman militer langsung terhadap negaranya. Ia juga menyebut bahwa Finlandia telah melakukan komunikasi dengan pihak Ukraina terkait kejadian-kejadian ini.
Artikel Terkait
Kerangka Manusia Ditemukan di Perkebunan Lereng Muria, Identitas Masih Misterius
Komisi Eropa Salurkan Bantuan Tambahan 2 Juta Euro untuk Krisis Kuba
Komnas HAM Siap Panggil Empat Oknum TNI Tersangka Kasus Penyiraian Andrie Yunus
ASKI Luncurkan Enam Alat Kesehatan Digital, Dukung Kemandirian Industri Nasional