Lalu, bagaimana kondisi sebenarnya di lapangan? Dubes Boroujerdi memberikan laporan yang cukup komprehensif. Ia memaparkan adanya serangan-serangan yang menyasar kawasan sipil. Infrastruktur vital dan fasilitas ekonomi Iran pun tak luput dari target.
Yang paling mencemaskan tentu dampak kemanusiaannya. Boroujerdi menyatakan keprihatinan yang mendalam atas hal ini. Menurut penilaiannya, situasi yang ada sekarang ini butuh perhatian serius dari komunitas internasional. Tidak bisa dibiarkan begitu saja.
Dalam dialog itu, sang Duta Besar juga menegaskan prinsipnya. Rakyat Iran, katanya, punya hak yang sah untuk membela diri. Semuanya sesuai dengan koridor hukum internasional yang berlaku. Poin ini menjadi bagian penting yang mengemuka dalam pembahasan mereka berdua.
Pertemuan yang berlangsung di Solo itu akhirnya ditutup dengan penegasan komitmen. Indonesia dan Iran sepakat untuk terus merawat hubungan bilateral yang sudah lama terjalin. Kerja sama akan diperkuat, hubungan antar masyarakat pun akan diperluas.
Pada intinya, lewat pertemuan ini Indonesia kembali menegaskan posisinya. Sebuah posisi yang konsisten mendorong perdamaian global, termasuk dalam menyikapi konflik memilukan yang sedang terjadi di Iran.
Artikel Terkait
KI DKI Tegaskan Zona Informatif adalah Kewajiban, Bukan Beban Administratif
Mensos Desak OKU Timur Realisasikan Sekolah Rakyat, Siapkan Lahan 9,6 Hektare
Pemerintah Batasi Alih Fungsi Lahan Sawah Maksimal 11% untuk Jaga Ketahanan Pangan
Gudang Kayu di Sidoarjo Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting