Di ruang kerjanya di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, mendesak Pemkab OKU Timur untuk segera merealisasikan Sekolah Rakyat. Program pendidikan gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini, menurutnya, punya peran krusial untuk memutus siklus kemiskinan yang berlarut-larut.
Dorongan itu disampaikan Gus Ipul saat menerima kunjungan Bupati OKU Timur H. Lanosin dan Bupati Sambas Satono. Pertemuan itu juga dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.
"Ini sudah bagus, harus jadi (Sekolah Rakyat di OKU Timur). Saya kawal ini," tegas Gus Ipul.
Ia lantas menjelaskan, program Presiden ini memang ditujukan untuk memuliakan warga di Desil 1 dan 2. "Kalau enggak disambut, rugi," ujarnya, seperti dikutip dari siaran pers Rabu (1/4/2026).
Namun begitu, ada sejumlah persyaratan ketat yang wajib dipenuhi pemda. Lahan yang disiapkan minimal seluas 7 hektare. Statusnya harus benar-benar bersih: punya sertifikat, bukan tanah sengketa, milik pemda, dan bebas dari risiko bencana. Akses jalannya juga harus mudah. "Harus dipenuhi dulu syarat-syaratnya," pesan Gus Ipul.
Kalau semua sudah beres, fasilitas yang akan diterima siswa sungguh menggiurkan. Mereka bakal tinggal di asrama, dapat makanan bergizi tiga kali sehari plus snack dua kali, delapan set seragam, cek kesehatan gratis, bahkan laptop. "Yang bisa sekolah di situ warga OKU Timur, enggak bisa yang lain," jelasnya tegas.
Di sisi lain, Gus Ipul juga menyambut baik kesiapan Kabupaten Sambas yang sudah mengajukan proposal. "Yang penting ini masukkan di tahap ketiga Oktober 2026," ucapnya memberi arahan.
Lebih jauh, ia mengingatkan satu hal penting. Pelaksanaan program ini harus adil dan steril dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). "Jadi harus direspons, pemerintah daerah tidak boleh dibiarkan harus dijawab dan jangan sampai ada KKN," tegasnya lagi.
Menanggapi hal itu, Bupati OKU Timur H. Lanosin langsung menyatakan komitmennya. Pemkabnya bahkan sudah menyiapkan lahan lebih dari cukup, seluas 9,6 hektare, untuk Sekolah Rakyat permanen. "Apapun persyaratannya, kita siap melaksanakan," ungkap Lanosin.
Pernyataan serupa datang dari Bupati Sambas, Satono. Menurutnya, keseriusan daerahnya sudah ditunjukkan sejak lama dengan mengajukan proposal resmi sekitar Mei tahun lalu. "Dan sertifikat tanah bukan hanya hari ini, sebelumnya sudah ada sertifikat," katanya.
Lokasi yang diusulkan berada di Jagur, Sambas, dengan luas sekitar 9,33 hektare. Satono memastikan lahan itu siap secara teknis. Air bersih tersedia, kontur tanahnya relatif datar, semuanya sudah dipersiapkan.
Artikel Terkait
Prabowo Sambut Positif Pembentukan Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia-Prancis
Prabowo Kunjungi Prancis untuk Ketiga Kalinya dalam Setahun, Tegaskan Hubungan Bilateral di Level Terbaik
HIPMI Jaya Salurkan 14 Sapi dan 10 Kambing untuk Kurban di Jakarta
Gempa Vulkanik Dangkal Gunung Awu Melonjak Jadi 41 Kali Sehari, Status Siaga Dipertahankan