Prosesnya sendiri cukup detail. Didampingi oleh Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan, Adib Rachmawan, Ida menjelaskan bahwa semua calon haji pertama-tama menjalani pengukuran dasar. Tinggi dan berat badan diperiksa untuk menghitung indeks massa tubuh, lalu tekanan darah dan denyut nadi mereka dicek dengan teliti oleh tim medis.
Pemeriksaan awal ini rupanya sangat menentukan. "Dari hasil pemeriksaan dokter, calon haji akan ditentukan apakah layak mengikuti tes lari atau cukup dengan jalan kaki. Hal ini penting untuk menghindari risiko kesehatan yang tidak diinginkan," jelas Ida.
Nah, bagi mereka yang fisiknya dianggap kuat, tantangannya adalah lari sejauh 1,6 kilometer. Namun begitu, aturannya berbeda untuk jemaah yang lebih berumur.
Untuk calon haji lanjut usia di atas 60 tahun atau yang punya riwayat penyakit tertentu, panitia punya metode lebih ringan. Mereka cukup diminta berjalan kaki selama enam menit saja. Tujuannya tetap sama: memastikan setiap jemaah mampu menjalani rangkaian ibadah dengan baik dan selamat.
Artikel Terkait
BPS Temukan 3.934 Penerima Bantuan BPJS Katastropik Meninggal Dunia
Trump Klaim Iran Minta Gencatan Senjata, Tuntut Buka Selat Hormuz
Dishub Bogor Tegaskan Tilang Taksi Jakarta karena Langgar Wilayah Operasi, Bukan Sekadar Pelat B
Pedagang Ketoprak Ditikam Dua Orang di Cengkareng Dini Hari