"Mari kita lihat setelah dua atau tiga minggu ke depan sebelum melakukan evaluasi," tuturnya.
Di sisi lain, menurut sejumlah saksi, pemerintah punya alasan tersendiri. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemilihan hari Jumat bukan tanpa dasar. Kebijakan ini dihitung berdasarkan pengalaman masa pandemi COVID-19 dulu.
"Mengapa dipilih Jumat? Karena memang sebagian kementerian telah melakukan itu, kerja 4 hari dalam satu minggu dengan aplikasi," kata Airlangga dalam jumpa pers, Selasa (31/3).
Alasannya sederhana: beban kerja di akhir pekan itu dinilai tidak sepadat hari-hari lain. Namun begitu, Airlangga menekankan bahwa pelayanan publik harus tetap berjalan lancar.
"Kita pilih hari Jumat karena memang setengah, artinya tidak sepenuh dari Senin sampai Kamis. Tetapi pelayanan publik itu tetap berjalan," ujarnya.
Meski penjelasan sudah diberikan, keraguan tetap ada. Deddy Sitorus memilih bersikap wait and see. Ia berharap ada evaluasi menyeluruh, apalagi jika kondisi geopolitik seperti konflik Timur Tengah terus berlarut-larut.
"Kita lihat saja dulu seberapa efektif pilihan nanti," pungkasnya.
Artikel Terkait
Longsor Tutup Rel, KA Ciremai Terhenti di Bandung Barat
Jokowi Sampaikan Simpati dan Dukungan untuk Iran dalam Pertemuan dengan Dubes di Solo
Polisi Gagalkan Rencana Peredaran Uang Palsu Rp2 Miliar Modus Dukun Pengganda Uang di Bogor
Panic Buying BBM di Jagakarsa Picu Stok SPBU Habis, Pemerintah Tegaskan Harga Tak Naik