Korban pun tergoda. Uang mulai mengalir ke rekening-rekening fiktif yang disiapkan JS. Dan aliran itu terus berlanjut, karena tersangka selalu punya cerita baru: ada lokasi sarang walet baru yang potensial, perlu pengembangan, dan seterusnya. Janji demi janji mengikat korban lebih dalam.
Tapi, tentu saja, keuntungan fantastis yang dijanjikan itu cuma ilusi. Tak pernah nyata. Setelah menunggu cukup lama dan merasa ada yang tidak beres, korban akhirnya mengambil langkah untuk melaporkannya ke pihak berwajib.
Hasil penyelidikan polisi kemudian membongkar kemana uang rakyat itu mengalir. Ternyata, sebagian besar dipakai JS untuk hidup mewah, terutama membeli mobil. Polisi menemukan setidaknya sembilan unit mobil yang dibeli dari hasil penipuan itu.
Di antaranya, ada Mercedez Benz GLE 450 warna putih dengan plat S-333-A, dan juga Toyota Alphard putih bernopol H-1158-FV. Barang-barang mewah itu kini jadi barang bukti yang bisu menceritakan betapa besar uang yang telah dikuras dari korbannya.
Artikel Terkait
PP TUNAS Diresmikan, Perlindungan Anak di Ruang Digital Diperkuat Jelang Hari Penyiaran
DPR Optimistis Kapal Pertamina di Selat Hormuz Segera Dilepaskan Iran
Politisi PDIP Ragukan Efektivitas WFH ASN Setiap Jumat
Gubernur DKI Tegaskan WFH Jumat Tak Berlaku untuk Pejabat dan Layanan Publik