Di Kompleks Parlemen, Senayan, suasana Rabu siang itu cukup ramai. Wakil Ketua Komisi VI DPR, Andre Rosiade, berhenti sejenak untuk memberikan kabar terbaru soal dua kapal tanker Pertamina yang masih berada di Selat Hormuz. Dari raut wajahnya, terlihat ada optimisme. Ia yakin Iran akan mengizinkan kapal-kapal itu untuk segera melintas.
"Ya ini sedang proses ya," ujar Andre, menegaskan informasi yang dia terima.
"Jadi informasi yang kami dapatkan ini sedang proses."
Menurutnya, tidak ada masalah yang berarti. Hanya soal menunggu urusan administrasi saja. Andre meyakini nasib kapal Indonesia tak akan berbeda dengan negara lain yang sudah dilepaskan.
"Insyaallah Indonesia akan termasuk negara-negara yang lain ya, kapal kita akan segera lepas dari Selat Hormuz. Jadi tidak ada masalah, tinggal soal proses administrasinya saja," tuturnya lagi.
Sebenarnya, sinyal positif dari Tehran sudah lebih dulu terdengar. Sebelum pernyataan Andre, Kementerian Luar Negeri RI melalui juru bicaranya, Yvonne Mewengkang, telah menyampaikan hal serupa pada akhir pekan lalu. Pemerintah Iran disebut memberi pertimbangan positif terkait keamanan perlintasan kedua kapal milik Pertamina Group itu.
"Dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan koordinasi Kemlu dan KBRI Tehran dengan pihak Pertamina, Kedubes Iran di Jakarta dan pihak-pihak Iran terkait di Tehran, Kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz," jelas Yvonne dalam keterangannya, Sabtu (28/3).
Namun begitu, izin saja belum cukup. Ada persiapan teknis yang harus diselesaikan dulu oleh Pertamina. Semua harus dipastikan siap, mulai dari asuransi hingga kondisi kru kapal.
"Diperlukan kesiapan teknis oleh pihak Pertamina, termasuk perlindungan asuransi dan kesiapan kru kapal, sebelum ditindaklanjutinya tanggapan positif dari pemerintah Iran tersebut," imbuhnya.
Di sisi lain, upaya diplomasi terus berjalan. Kemlu RI dan KBRI Tehran berjanji tetap berkoordinasi dengan semua pihak. Tujuannya satu: memastikan kedua kapal itu bisa melintas dengan selamat, meninggalkan ketegangan di Selat Hormuz yang memanas akibat perang antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Gubernur Jabar Copot Kepala UPTD Tikomdik Imbas Gangguan Sistem PPDB, Pengelolaan Dialihkan ke Diskominfo
Xi dan Kim Sepakat Perdalam Kerja Sama di Tengah Kekhawatiran Beijing atas Kedekatan Pyongyang dengan Moskow
Ketua Banggar DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Ekstrem dan Tekan Impor BBM
Empat Prajurit TNI Divonis Ringan karena Jujur dan Menyesal dalam Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS