Dari Banda Aceh, kabar duka datang dari Lebanon Selatan. Seorang prajurit TNI asal Kodam Iskandar Muda gugur dalam misi perdamaian PBB. Serangan artileri yang terjadi tiba-tiba itu juga membuat satu personel lainnya dalam kondisi kritis.
Menurut sejumlah saksi, insiden ini terjadi di Desa Achid Alqusayr, wilayah operasi UNIFIL. Serangan dengan intensitas tinggi itu langsung menghantam posisi pasukan Indonesia. Situasi di lapangan pun langsung memanas.
Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan belasungkawa terdalam atas gugurnya satu personel penjaga perdamaian Indonesia dan luka yang dialami tiga lainnya.
Pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri itu disampaikan Selasa lalu.
Prajurit yang gugur adalah Praka Farizal Romadhon. Dia anggota Yonif 113/Jaya Sakti Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda, tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-S. Farizal dinyatakan meninggal dunia pada Senin malam, tepatnya pukul 20.44 waktu setempat.
Di sisi lain, satu prajurit lain bernama Praka Rico Pramudia dari Yonif 114/Satria Musara mengalami luka berat. Saat ini kondisinya masih sangat kritis. Rico sedang menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Beirut.
Dari keterangan Kodam Iskandar Muda, serangan datang begitu mendadak. Ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang memang sedang meningkat di wilayah perbatasan itu. Untuk sementara, seluruh personel TNI di sektor terdampak masih harus bertahan di bunker, waspada akan serangan lanjutan.
Artikel Terkait
Menteri Ketenagakerjaan Anjurkan WFH Satu Hari Seminggu, Sektor Vital Dikecualikan
Komisi III DPR Pertimbangkan Bentuk Pansus untuk Kasus Penyiraiman Andrie Yunus
AS Pertimbangkan Ulang Komitmen ke NATO Usai Perang Iran, Kata Menlu Rubio
Atap Rumah Warga Kediri Ambruk Diterpa Hujan, Tak Ada Korban Jiwa