PSM Makassar Terancam Eksodus, 11 Pemain Kunci Kontrak Habis

- Rabu, 01 April 2026 | 12:00 WIB
PSM Makassar Terancam Eksodus, 11 Pemain Kunci Kontrak Habis
Analisis Situasi PSM

MAKASSAR – Suasana di markas PSM Makassar terasa tegang. Menjelang akhir musim, ancaman cuci gudang besar-besaran mengintai. Sebelas pemain kunci kontraknya akan segera habis. Situasi ini tentu saja mengancam fondasi tim yang dijuluki Juku Eja itu. Dan yang bikin was-was, klub-klub besar lain sudah mulai mengendus peluang.

Persebaya Surabaya, Persib Bandung, dan Persija Jakarta disebut-sebut sudah mengawasi dengan ketat. Bahkan, Persebaya dikabarkan sudah siap bergerak cepat untuk mengamankan jasa bek andalan Yuran Fernandes dan talenta muda Victor Dethan. Kalau manajemen PSM lamban bertindak, eksodus pemain inti bisa jadi kenyataan pahit yang bakal menggerus performa tim musim depan.

Yang bikin situasi ini makin genting, mayoritas pemain yang kontraknya habis itu adalah tulang punggung tim. Ambil contoh Muhammad Arfan dan Rizky Eka Pratama. Mereka bukan cuma pemain biasa, tapi juga simbol identitas lokal klub.

Arfan adalah motor sekaligus pemimpin di lapangan. Kepergiannya bisa bikin lini tengah PSM limbung. Sementara Yuran Fernandes, dia komandan pertahanan. Hilang dia, hilang pula kekuatan duel udara dan organisasi barisan belakang. Minat Persebaya pada Yuran menunjukkan betapa rival-rival itu paham titik lemah PSM dan siap memanfaatkannya.

Rival Sudah Bergerak

Persebaya butuh stabilitas di belakang dan kecepatan di sayap. Makanya Yuran dan Victor Dethan jadi target utama mereka. Tapi jangan salah, Persib dan Persija juga tak tinggal diam.

Nama-nama seperti Ananda Raehan dan Dzaky Asraf juga masuk radar. Mereka dinilai cocok dengan gaya bermain modern yang butuh intensitas tinggi.

Persib bahkan punya peluang bagus untuk merekrut Daffa Salman secara gratis. Bek asal Tasikmalaya itu kontraknya habis Mei depan, dan musim ini dia cuma main lima kali dengan total 410 menit. Faktor kedekatan geografis dengan Bandung disebut-sebut bisa jadi alasan kuat buat dia pindah.

Di sisi lain, Persija dikabarkan mulai mendekati dua pemain asing asal Brasil: Victor Luiz dan Aloisio Neto. Keduanya diplot untuk memperkuat lini pertahanan mereka musim depan. Kalau PSM tidak segera mengamankan para pemain ini, bukan tidak mungkin mereka malah berseragam rival di kompetisi nanti.

Bagaimana Tanggapan PSM?

Di tengah gencarnya rumor, manajemen PSM berusaha tampil tenang. Manajer PSM, Muhammad Nur Fajrin, menyebut situasi ini sebagai hal yang biasa terjadi di penghujung musim.

“Dalam dua bulan terakhir kompetisi, rumor-rumor tersebut adalah hal yang wajar. Ini membuktikan bahwa pemain kita memiliki kualitas yang diakui,” ujar Fajrin.

Dia menegaskan, manajemen sedang melakukan evaluasi menyeluruh. Soalnya, ada sekitar 12 sampai 13 pemain yang kontraknya akan habis. Persiapan pembenahan tim sudah mulai digarap untuk membangun skuad yang lebih kompetitif musim depan.

Ada kabar baik juga. Proses perpanjangan kontrak ternyata sudah berjalan. “Dua asing sudah perpanjang kontrak dengan PSM,” tegas Fajrin.

Beberapa pemain lokal juga dikabarkan sudah sepakat bertahan, meski namanya masih dirahasiakan dan akan diumumkan belakangan. Fajrin memastikan fokus utama tim saat ini tetap pada performa di lapangan. PSM masih punya sembilan laga tersisa untuk menjauh dari zona degradasi.

Siapa Saja yang Kontraknya Habis?

Inilah daftar pemain PSM yang statusnya akan segera berakhir:

  • Yuran Fernandes (31 Mei 2026)
  • Victor Luiz (31 Mei 2026)
  • Aloisio Neto (30 Juni 2026)
  • Victor Dethan (31 Mei 2026)
  • Rizky Eka Pratama (31 Mei 2026)
  • Ananda Raehan (31 Mei 2026)
  • Muhammad Arfan (31 Mei 2026)
  • Reza Arya (31 Mei 2026)
  • Dzaky Asraf (31 Mei 2026)
  • Daffa Salman (31 Mei 2026)
  • Mufli Hidayat (31 Mei 2026)

Dengan komposisi seperti ini, ancaman kehilangan pemain jelas bukan isapan jempol belaka. Ini potensi krisis yang serius. Sekarang, semua orang menunggu langkah manajemen PSM: bergerak cepat untuk menyelamatkan skuad, atau pasrah menghadapi eksodus besar-besaran.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini