Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengeluarkan perintah tegas: efisiensi anggaran dan energi harus dilakukan secara besar-besaran. Tujuannya jelas, membentengi pondasi ekonomi nasional dari ancaman gejolak konflik di Timur Tengah yang kian memanas.
Keputusan penting ini diambil dalam sebuah Rapat Terbatas virtual pada 28 Maret lalu. Tak tanggung-tanggung, rapat itu dihadiri oleh lima belas menteri kabinet. Waktunya pun cukup strategis, tepat sebelum sang Presiden terbang untuk kunjungan kenegaraan ke Jepang dan Korea Selatan. Nah, kebijakannya sendiri resmi berlaku mulai 1 April besok.
Lalu, seperti apa bentuk penghematannya? Cakupannya cukup luas. Sistem Work From Home bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) akan diberlakukan kembali. Anggaran untuk perjalanan dinas ke luar negeri dipangkas drastis, hingga 70 persen. Tak cuma itu, ada juga percepatan mandatori B50 yang ditargetkan mulai Juli mendatang.
Artikel Terkait
Hakim Federal Hentikan Sementara Proyek Ballroom Mewah Trump di Gedung Putih
Bandara Ngurah Rai Layani 1,14 Juta Penumpang Saat Posko Lebaran 2026
Indonesia Desak DK PBB Gelar Sidang Darurat Usai Tiga Pasukan Perdamaiannya Gugur di Lebanon
Swedia Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Polandia 3-2 dalam Drama Play-off