Meski harga April stagnan, kalau kita lihat ke belakang, ada penyesuaian yang terjadi pada Maret lalu dibanding Februari. Kenaikan itu terutama menyentuh BBM non-subsidi. Pertamax (RON 92), contohnya, naik dari Rp11.800 menjadi Rp12.300 per liter. Pertamax Green (RON 95) merangkak ke Rp12.900 dari sebelumnya Rp12.450.
Lalu, untuk Pertamax Turbo (RON 98) sekarang dijual Rp13.100 per liter, naik dari Rp12.700. Sementara solar non-subsidi, Dexlite dan Pertamina Dex, masing-masing berada di level Rp14.200 dan Rp14.500 per liter.
Di sisi lain, kabarnya harga BBM subsidi justru tetap bertahan di posisi aman. Pertalite masih Rp10.000 per liter, dan Biosolar (Diesel CN48) bertahan di angka Rp6.800 per liter.
Berikut rincian lengkapnya yang bakal berlaku nanti di April 2026:
Pertalite: Rp10.000/liter
Solar Subsidi: Rp6.800/liter
Pertamax (RON 92): Rp12.300/liter
Pertamax Green (RON 95): Rp12.900/liter
Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.100/liter
Dexlite: Rp14.200/liter
Pertamina Dex: Rp14.500/liter
Dengan kebijakan stabil ini, Pertamina berharap bisa menjaga keseimbangan yang sulit: antara keberlangsungan bisnis dan perlindungan pada konsumen. Kepastian harga, meski cuma untuk sebulan, diharapkan bisa mendukung mobilitas warga dan menjaga momentum pemulihan ekonomi yang sedang berjalan.
Artikel Terkait
Hakim Federal Hentikan Sementara Proyek Ballroom Mewah Trump di Gedung Putih
Bandara Ngurah Rai Layani 1,14 Juta Penumpang Saat Posko Lebaran 2026
Indonesia Desak DK PBB Gelar Sidang Darurat Usai Tiga Pasukan Perdamaiannya Gugur di Lebanon
Swedia Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Polandia 3-2 dalam Drama Play-off