Bayangkan, angka penghematannya mencapai Rp 20 triliun! Langkah efisiensi ini, menurut Airlangga, merupakan bagian dari transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih efisien. Ia pun mengajak semua pihak untuk mendukung.
Di sisi lain, respons juga datang dari Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana. Ia sebelumnya telah memberi tanggapan soal wacana efisiensi MBG ini. Intinya, penyaluran akan mengikuti pola kehadiran siswa di sekolah.
Jadi, skemanya cukup sederhana: mengikuti jadwal sekolah. Karena faktanya, sebagian besar sekolah di tanah air memang menerapkan sistem lima hari belajar. Dengan begitu, penyesuaian kebijakan diharapkan tidak terlalu mengganggu distribusi bantuan yang vital ini.
Artikel Terkait
Hakim Federal Hentikan Sementara Proyek Ballroom Mewah Trump di Gedung Putih
Bandara Ngurah Rai Layani 1,14 Juta Penumpang Saat Posko Lebaran 2026
Indonesia Desak DK PBB Gelar Sidang Darurat Usai Tiga Pasukan Perdamaiannya Gugur di Lebanon
Swedia Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Polandia 3-2 dalam Drama Play-off