Ia memberi contoh Filipina yang sudah terpaksa mengumumkan keadaan darurat energi. Bahkan Australia, negara maju yang kuat, disebutnya sudah mulai menggerus cadangan bahan bakar darurat mereka. Situasinya memang mencemaskan, dan ujungnya pun belum kelihatan. "Kita tidak tahu kapan akan berakhir," lanjut Zulhas.
Lalu, di tengah ketidakpastian global ini, Indonesia harus bagaimana? Zulhas lantas menegaskan satu hal: visi Presiden Prabowo Subianto tentang kemandirian bangsa bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah keharusan. Ia yakin, jalan satu-satunya adalah dengan memperkuat swasembada, khususnya di sektor pangan dan energi, plus mempercepat hilirisasi.
"Perintah Bapak Presiden kita harus mandiri. (Swasembada) pangan, energi wajib, termasuk hilirisasi," tegasnya.
Dengan kemandirian itu, Indonesia diharapkan bisa lebih berdaulat. Tidak gampang didikte oleh kepentingan negara lain. Dan untuk mewujudkannya, Zulhas menyatakan dukungan penuh partainya.
"Partai Amanat Nasional mendukung penuh kebijakan-kebijakan ini, harus kita sukseskan. Tidak ada tawar-menawar kecuali harus kita sukseskan," imbuhnya.
"Kita mendukung penuh Pak Prabowo untuk melaksanakan program-program yang barusan saya sampaikan tadi itu."
Artikel Terkait
Bareskrim Geledah 3 Perusahaan Terkait Dugaan Pencucian Uang Rp 25,9 Triliun dari Tambang Ilegal
Mendagri Terbitkan Aturan WFH Wajib Setiap Jumat untuk ASN Daerah Mulai 2026
Satu Remaja Tewas, Satu Lagi Hilang Tenggelam di Curug Parigi Bogor
Satgas PRR: 5.000 Sekolah di Aceh, Sumut, dan Sumbar Rusak Akibat Banjir dan Longsor