Gunung Semeru kembali menunjukkan amarahnya. Letusan dahsyat terjadi, memuntahkan guguran awan panas yang meneror. Di tengah situasi mencekam itu, kabar mengejutkan datang: 178 pendaki dilaporkan terjebak di kawasan Ranu Kumbolo. Lalu, bagaimana nasib mereka sebenarnya?
Menurut Cak Yo, seorang relawan dari Sahabat Volunteer Semeru (Saver) yang bernama asli Sukaryo, pendakian pada hari itu memang sempat dibuka sejak pagi. "Iya, pendakian masih dibuka dari pagi," ujarnya. Rombongan pendaki pertama baru sampai di Ranu Kumbolo pada Rabu malam, berkisar antara pukul 19.00 hingga 20.00 WIB.
Sebelum erupsi terjadi, status gunung memang sudah menunjukkan peningkatan aktivitas. Meski begitu, radius aman saat itu masih diperkirakan sekitar 5-8 kilometer. Namun begitu status resmi dinaikkan menjadi 'Awas', Cak Yo dan tim relawan segera bergerak. Mereka langsung memastikan kondisi di Ranu Kumbolo. "Kami dapat berita itu dari vulkanologi," katanya, menjelaskan momen ketika informasi status berubah diterima.
Kabarnya, semua pendaki yang sempat terjebak itu dalam kondisi aman. Mereka sama sekali tidak terkena awan panas. Kenapa? Ternyata arah guguran material vulkanik itu mengalir ke Gladak Perak. Ranu Kumbolo sendiri relatif bersih dari hujan abu. "Awan panasnya ke Gladak Perak. Nggak ada abu vulkanik di Ranu Kumbolo," tegas Cak Yo. Ia menambahkan, kondisi di sana hanya sedikit berkabut, tapi sudah mulai jelas. "Saya akan memastikan saya yang terakhir turun, dan sudah tidak ada pendaki di sini," janjinya.
Sebelumnya, pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melalui Kepala Bagian Tata Usaha, Septi Eka Wardhani, telah mengonfirmasi angka 178 orang tersebut. Mereka terus berkoordinasi dengan para Pendamping Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST) untuk memantau situasi dan memastikan keamanan seluruh pendaki.
Jadi, meski sempat menimbulkan kepanikan, situasi di Ranu Kumbolo ternyata cukup terkendali. Letusan Semeru kali ini sekali lagi mengingatkan betapa tak terduganya alam, namun berkat respons yang cepat, sebuah tragedi besar berhasil dihindari.
Artikel Terkait
BCA Resmi Jalankan Buyback Saham Rp5 Triliun, Sinyal Optimisme di Tengah Dinamika Pasar
Kebakaran di Pasar Kanjengan Semarang Hanguskan 480 Kios, Diduga Berasal dari Tumpukan Sampah
Polisi Selidiki Unsur Human Error di Balik Tabrakan Beruntun Kereta Api di Bekasi Timur yang Tewaskan 16 Orang
KRL Jogja–Solo Berlaku Tarif Tetap Rp8.000, Berikut Jadwal Terbaru 30 April 2026