“Saya lebih suka berebut kemenangan.”
Dalam analisisnya, peluang untuk naik podium sebenarnya masih ada. Tapi, menurutnya, itu pun bukan untuk posisi tertinggi. Kalimatnya bernada menyalahkan diri sendiri.
“Saya bisa berjuang untuk podium, tapi tentu tidak untuk kemenangan. Yang ‘hilang’ adalah saya.”
Lalu apa akar masalahnya? Marquez menyoroti momen krusial di awal lomba. Saat ban masih baru, motornya menjadi sangat agresif dan sulit dikendalikan. Butuh tenaga fisik ekstra untuk menahannya, dan di kondisi saat ini, ia mengaku tak sanggup.
“Di lap-lap awal, dengan ban baru, motor jadi agresif dan butuh tenaga besar, dan saat ini saya tak bisa mengatasinya,” lanjutnya.
Jadi, itulah ceritanya. COTA 2026 akan tercatat sebagai babak yang kurang bersinar bagi sang maestro trek ini. Sebuah catatan minor yang mungkin akan jadi bahan bakar untuk balapan selanjutnya.
Artikel Terkait
Kuwait Tuduh Iran Serang Kapal Tanker Minyaknya di Dekat Dubai
Empat Tersangka Penganiayaan Aktivis KontraS Ditahan di Sel Maksimum Pomdam Jaya
Bareskrim Ungkap Perdagangan Emas Ilegal Senilai Rp 25,9 Triliun dari Kalbar hingga Papua
PATRIA Undang Dirjen Bimas Katolik dan Presiden untuk Pelantikan dan Refleksi Nasional