Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, menimbulkan kerusakan masif dan ribuan korban, akhirnya membuat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara. Mantan presiden itu menyoroti perdebatan publik yang ramai membandingkan penanganan bencananya dulu dengan pemerintahan sekarang pimpinan Prabowo Subianto.
Menurut SBY, perbandingan semacam itu tidak relevan. Bahkan, cenderung tidak produktif.
“Penanggulangan bencana tidak semudah yang dibayangkan. Jangan bandingkan masa saya dulu dengan sekarang. Fokus kita adalah bagaimana menyelamatkan rakyat,”
Pesan itu disampaikannya lewat unggahan video dan komunikasi pribadi ke sejumlah tokoh daerah. Ia menekankan, setiap bencana punya karakter dan tantangan yang unik. Menangani banjir dan longsor skala besar seperti di Aceh, Sumut, dan Sumbar bukan perkara sederhana. Apalagi sampai dijadikan ajang membandingkan efektivitas dua rezim yang berbeda.
Komentarnya muncul di tengah panasnya perdebatan di media sosial. Sebagian warganet menilai respons terhadap banjir Sumatera kali ini terasa lebih lambat ketimbang era SBY dulu, saat menghadapi tsunami Aceh 2004 atau banjir-banjir besar lainnya. Tapi, ada juga yang berargumen situasi sekarang jauh lebih ruwet. Curah hujan ekstrem, kerusakan di hulu, plus akses logistik yang sangat sulit jadi faktor pembeda.
Beberapa tokoh nasional sebelumnya memang sempat menyebut pemerintah perlu belajar dari pengalaman SBY. Namun alih-alih mendukung narasi perbandingan, SBY justru meredamnya. Ia meminta publik berhenti. Fokusnya harus pada penyelamatan.
Artikel Terkait
Video Viral: Juru Parkir di Makassar Acungkan Pisau Saat Bentrok dengan Warga
Pantai Mandala Ria Bulukumba: Pesona Alam dan Jejak Sejarah Operasi Mandala
Pemerintah Perpanjang Batas Lapor SPT Tahunan hingga 30 April 2026
Amran Serukan Kolaborasi Saudagar Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global