Kemiskinan dan Pengangguran di Jateng Turun, Luthfi Soroti Pentingnya Kolaborasi

- Selasa, 31 Maret 2026 | 17:05 WIB
Kemiskinan dan Pengangguran di Jateng Turun, Luthfi Soroti Pentingnya Kolaborasi

Ia lalu memberi contoh konkret. Program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) yang menyentuh sekitar 17.000 unit di 2025, ternyata jadi pintu masuk untuk intervensi yang lebih luas. Dari situ, penanganan stunting, isu kesehatan, pendidikan anak, hingga pemberdayaan ekonomi bisa dijalankan secara beriringan. Dengan skema seperti ini, kesejahteraan bisa diangkat secara lebih menyeluruh.

Tak berhenti di situ. Intervensi juga merambah ke bidang pendidikan, lewat program sekolah gratis untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Skema kemitraan dengan SMA swasta dan kehadiran SMK Jateng jadi andalan. Hal yang sama berlaku untuk penyaluran bantuan sosial, yang diupayakan agar benar-benar tepat sasaran.

Pada kesempatan itu, Luthfi juga menyoroti dukungan Jateng terhadap program pusat. Data yang ia sampaikan cukup lengkap: program makanan bergizi gratis (MBG) sudah menjangkau 4,29 juta penerima, program 3 juta rumah terealisasi 17.510 unit dari APBD ditambah 2.743 unit dari Baznas dan CSR.

Lalu, ada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sudah beroperasi 6.233 unit, Cek Kesehatan Gratis yang melayani 14,13 juta orang, serta Sekolah Rakyat yang sudah berdiri 17 unit di 14 wilayah dengan 1.275 siswa.

Sementara itu, dari sisi legislatif, Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto menyatakan bahwa LKPJ Gubernur 2025 telah resmi diterima. Langkah selanjutnya?

“Akan direview dan dikritisi oleh panitia khusus (Pansus) yang sudah dibentuk dalam rapat paripurna tersebut,”

kata Sumanto.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar