Aturan Kewarganegaraan Tunggal Ancam Masa Depan Pemain Naturalisasi di Liga Belanda

- Selasa, 31 Maret 2026 | 19:45 WIB
Aturan Kewarganegaraan Tunggal Ancam Masa Depan Pemain Naturalisasi di Liga Belanda

Jakarta – Kabar kurang sedap datang dari Belanda. Media Voetbal Nieuws baru saja merilis sebuah daftar berisi pemain naturalisasi yang berisiko dicoret oleh klub-klubnya. Penyebabnya? Skandal paspor yang sedang hangat dibicarakan. Yang menarik, beberapa nama yang disebutkan adalah pemain yang membela Timnas Indonesia dan Suriname.

Skandal ini intinya menghantui para pemain kelahiran Belanda yang memilih membela negara lain, seperti Indonesia atau Suriname. Masalahnya, ketiga negara ini menganut prinsip kewarganegaraan tunggal. Akibatnya, pilihan mereka untuk dinaturalisasi justru bisa berbalik menjadi bumerang di negeri kelahirannya sendiri.

Bahkan Justin Hubner, seperti diberitakan, masih belum tahu nasibnya di Fortuna Sittard sepulang dari membela Skuad Garuda. Situasinya benar-benar tidak menentu.

Laporan Voetbal Nieuws itu sendiri muncul setelah Organisasi Pemilik Klub Liga Belanda (FBO) memberi rekomendasi pencoretan. Rekomendasi ini diberikan menyusul investigasi yang digelar oleh KNVB, federasi sepak bola Belanda, terhadap pemain-pemain naturalisasi di kompetisi mereka.

Ini paradoks yang ironis. Pemain kelahiran Belanda yang dengan bangga mengenakan jersey timnas lain, tiba-tiba statusnya berubah menjadi “pemain asing” di liga rumahnya sendiri. Mereka tercatat sebagai pemain non-Uni Eropa, sebuah label yang membawa konsekuensi besar.

Kenapa konsekuensinya besar? Soalnya, KNVB punya aturan ketat untuk pemain non-UE. Klub harus membayar gaji minimal 600 ribu euro, atau sekitar Rp 11,7 miliar, untuk bisa merekrut mereka. Jumlah yang tentu saja sangat berat bagi kebanyakan pemain kelahiran Belanda.

Menanggapi hal ini, Voetbal Nieuws pun membuat daftarnya.

"Dengan beberapa pemain berpotensi tidak memenuhi syarat untuk bermain, terdapat pemain Belanda yang memiliki kewarganegaraan lain diragukan status resmi mereka, Voetbal Nieuws mencantumkan nama-nama tersebut," tulis laporan mereka, Selasa (31/3/2026).

Semua ini berawal dari laporan NAC Breda ke KNVB. Mereka mempertanyakan keabsahan Dean James saat bermain untuk Go Ahead Eagles. Tak mau ambil risiko, Go Ahead Eagles akhirnya menepikan James dari skuad sementara investigasi masih berjalan.

"Di Go Ahead Eagles, Dean James tidak berlatih karena ketidakpastian mengenai kewarganegaraan Belandanya. Richonell Margaret berada dalam situasi serupa," lanjut laporan tersebut.

Namun begitu, ada juga yang lolos dari sorotan. Nama kiper Maarten Paes dari Ajax tidak masuk dalam daftar hitam itu. Alasannya sederhana: Ajax dari awal mendaftarkannya sebagai pemain non-Uni Eropa, mengikuti prosedur yang benar.

Padahal, sebelumnya Paes sempat disorot karena dianggap terlalu mahal. Ternyata, langkah Ajax justru membuat mereka bebas menurunkan sang kiper tanpa ada masalah administrasi yang menghantui. Pelajaran berharga tentang pentingnya kelengkapan dokumen.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar