Heru juga ngasih penjelasan teknis yang penting. Ternyata, nggak bisa asal cat begitu aspal baru beres. "Material marka thermoplastic butuh permukaan jalan yang benar-benar kering supaya lekatnya bagus dan awet," jelasnya.
Di sisi lain, ada hal menarik yang justru datang dari warga sendiri. Karena merasa butuh, beberapa dari mereka nekat mengecat sendiri jalan itu untuk dijadikan tempat menyebrang. Inisiatif swadaya ini malah dapat apresiasi dari Heru.
"Kami apresiasi sekali kepedulian masyarakat. Itu menunjukkan kesadaran kolektif untuk keselamatan bersama," katanya.
Nah, untuk titik-titik yang sudah dicat warga itu, Bina Marga akan melakukan penataan ulang. Tentu saja, penataan ini akan disesuaikan dengan standar teknis yang berlaku, melihat kondisi di lapangan. Harapannya jelas. Selain buat mendukung mobilitas yang lebih aman, ini juga bisa mendorong budaya tertib di jalan.
"Zebra cross ini kami harap bisa tingkatkan keselamatan dan perkuat budaya saling menghargai antar pengguna jalan," pungkas Heru.
Artikel Terkait
Sidang Korupsi Proyek Satelit Kemenhan 2012-2021 Dimulai, Satu Terdakwa Buron
Kejagung Sita Uang Tunai Rp1 Miliar dari Kantor Perusahaan Tambang AKT
Dua Tersangka Penggelapan Dana Gereja Rp 28 Miliar Diamankan di Bandara Kualanamu
Timnas Indonesia Takluk di Final FIFA Series, Herdman: Ini Baru Pondasi