Jadi, dari mana asal proyeksi itu? Tampaknya, beredar sebuah perkiraan harga jual eceran BBM nonsubsidi untuk April mendatang. Angkanya cukup fantastis. Disebutkan, harga Pertamax bakal melonjak jadi Rp17.850 per liter. Padahal, di Maret 2026 ini harganya masih Rp12.300 per liter. Artinya, ada kenaikan Rp5.550.
Nah, dalam paparan yang beredar itu, kenaikan tersebut dikaitkan dengan dua faktor utama. Pertama, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kedua, dan ini yang lebih signifikan, lonjakan harga indeks pasar (HIP) untuk BBM RON 92. Indeksnya disebut melonjak lebih dari 62 persen, dari sekitar 73 dolar AS per barel menjadi 120 dolar AS per barel. Hitungan kasar lainnya menyebutkan kenaikan sekitar Rp4.925 per liter.
Bukan cuma Pertamax. Produk BBM nonsubsidi lain juga dikabarkan ikut naik. Pertamax Green 95, misalnya, disebut akan naik dari Rp12.900 menjadi Rp19.150 per liter. Lalu Pertamax Turbo dari Rp13.100 ke Rp19.450 per liter. Untuk jenis solar, Pertamina Dex dan Dexlite juga diproyeksikan naik tajam, masing-masing ke angka Rp23.950 dan Rp23.650 per liter.
Di sisi lain, kabar baik justru datang untuk BBM bersubsidi. Pemerintah, lewat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dikabarkan sedang berupaya keras agar harga Pertalite dan Biosolar tetap stabil. Upaya ini dilakukan meski dunia sedang dilanda krisis energi yang tak menentu.
Editor : Redaksi
Artikel Terkait
Kejagung Sita Uang Tunai Rp1 Miliar dari Kantor Perusahaan Tambang AKT
Dua Tersangka Penggelapan Dana Gereja Rp 28 Miliar Diamankan di Bandara Kualanamu
Timnas Indonesia Takluk di Final FIFA Series, Herdman: Ini Baru Pondasi
Wanita Pengendara Motor Tewas dalam Tabrakan dengan Pikap di Jalan Raya Iwul Bogor