Urusan pedagang kaki lima (PKL) selalu sensitif. Tapi Satpol PP Bandung mengatasinya dengan pendekatan persuasif dan penataan berkelanjutan. Sekitar 900 kegiatan patroli pengawasan digelar sepanjang 2025. Upaya ini berusaha menciptakan keseimbangan: ketertiban kota terjaga, tanpa mematikan nafas ekonomi warga kecil.
Kinerja ini tak luput dari perhatian dewan. Radea Respati, Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, menilai ada peningkatan signifikan, baik dari sisi profesionalisme maupun respons terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Satpol PP Kota Bandung, terkhusus Kepala Satpol PP, atas dedikasi dan kerja nyata di lapangan,” ujar Radea.
Ia menambahkan, program seperti patroli Jawara Sakti dan respons cepat terhadap pengaduan adalah bukti bahwa Satpol PP hadir sebagai garda terdepan. Menurutnya, sinergi antara DPRD dan Satpol PP akan terus diperkuat, terutama untuk fungsi pengawasan agar implementasi Perda berjalan efektif dan adil.
Semua ini tentu tak lepas dari kepemimpinan di tingkat atas. Bambang Sukardi dinilai mampu mengarahkan organisasi secara profesional, tapi tetap adaptif dan humanis. Pada akhirnya, sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan partisipasi masyarakatlah kunci utamanya. Mereka bersama-sama berusaha menciptakan Bandung yang tak hanya tertib, tapi juga terasa aman dan nyaman untuk ditinggali.
Ke depan, harapannya sederhana: kinerja baik ini tak hanya bertahan, tapi terus ditingkatkan. Agar pelayanan publik yang prima bukan jadi cita-cita, melainkan kenyataan yang dirasakan warga setiap hari.
Artikel Terkait
Gubernur Jateng Dorong ASN Bersepeda ke Kantor untuk Efisiensi Energi
KPK Ungkap Aliran Dana Swasta Rp68,6 Miliar ke Oknum Kemenag Terkait Kuota Haji
Komnas HAM Segera Panggil TNI Terkait Kasus Penyiraman Andrie Yunus
Polda Riau Tingkatkan Patroli Pantai Antisipasi Penyusupan Narkoba Internasional