"Kita kan takutnya ke arah yang negatif ke musyrik, soalnya nggak jelas. Kalau jelas kami dukung, ini kan nggak jelas. Takut ke musyrik itu," katanya lagi.
Di sisi lain, laporan awal justru datang dari warga. Mereka melihat ada makam baru yang tiba-tiba muncul. Ketua MUI desa setempat, Suhendi, langsung turun tangan mengecek.
"Di sini Blok Hunjuran, Panjangjaya ada yang membuat makom baru. Setelah dua hari kemudian saya ngecek, betul ada. Saya tanya siapa yang membangun, satu orang pun tidak ada yang berani menjelaskan," cerita Suhendi.
Kekhawatirannya sama. Bukan cuma untuk sekarang, tapi untuk generasi mendatang. Makam tanpa identitas ini, dalam pandangannya, berpotensi merusak akidah.
"Nggak jelas. Yang kita takutkan, yang paling ngeri ke depannya anak cucu kita mau bagaimana nasibnya. Karena ini kaitannya dengan akidah," pungkas Suhendi.
Pembongkaran akhirnya dilakukan. Langkah ini, kata Suhendi, juga sudah mendapat persetujuan dari Abuya Muhtadi. Semua sepakat, lebih baik mencegah sebelum hal-hal yang tidak diinginkan muncul dari kuburan misterius itu.
Artikel Terkait
DPR Padamkan Lampu dan Kurangi BBM Pejabat untuk Program Penghematan Energi
Menteri LHK Tinjau Calon Lokasi PLTSa di Malang, Target Olah 1.038 Ton Sampah Per Hari
Satpol PP Bandung Terima Apresiasi Atas Kinerja Humanis dan Responsif Sepanjang 2024
Kebakaran Pabrik Helm di Bogor Belum Sepenuhnya Padam, Titik Api di Gudang Bahan Kimia Jadi Sorotan