Dia juga mengaku bersemangat untuk kembali belajar. Rencananya, dia akan bekerja bahu-membahu dengan para CEO di seluruh entitas Capital A dan AirAsia X untuk menggali dan memaksimalkan setiap potensi bisnis yang ada.
Lantas, apa yang dibawa Effendy ke meja kerjanya? Pengalaman lebih dari dua puluh tahun, untuk mulai. Karir regionalnya mencakup dunia perbankan, transformasi digital, hingga pembangunan kemitraan strategis. Jejaknya di CIMB Group selama 21 tahun cukup memberi gambaran: ia pernah memimpin franchise ritel regional, mengarahkan agenda perbankan digital, dan yang cukup menonjol, menginisiasi transformasi Touch 'n Go menjadi raksasa pembayaran digital lewat kolaborasi dengan Ant Group.
Karirnya berawal dari corporate development dan investment banking, dengan fokus pada M&A dan ekspansi bisnis. Latar belakang pendidikannya pun solid. Ia adalah lulusan Electronic Engineering dari University College London, dan telah menimba ilmu di program-program eksekutif ternama seperti Harvard Business School dan INSEAD.
Jadi, penunjukan Effendy ini lebih dari sekadar berita personalia. Ini adalah pernyataan niat Capital A. Sebuah langkah konkret untuk memacu pertumbuhan dan menyambut fase berikutnya dengan persiapan yang matang. Momentumnya sudah positif, tinggal eksekusinya yang dinanti.
Artikel Terkait
DPR Padamkan Lampu dan Kurangi BBM Pejabat untuk Program Penghematan Energi
Menteri LHK Tinjau Calon Lokasi PLTSa di Malang, Target Olah 1.038 Ton Sampah Per Hari
Satpol PP Bandung Terima Apresiasi Atas Kinerja Humanis dan Responsif Sepanjang 2024
Kebakaran Pabrik Helm di Bogor Belum Sepenuhnya Padam, Titik Api di Gudang Bahan Kimia Jadi Sorotan