Kelompok Houthi kembali mengeluarkan pernyataan yang menggetarkan. Kali ini, mereka tak menampik kemungkinan untuk menutup Selat Bab el-Mandeb. Selat itu, seperti kita tahu, adalah jalur vital yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Ancaman ini muncul di tengah eskalasi militer yang kian panas antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
Seruan ini bukan datang tiba-tiba. Sabtu lalu, kelompok yang berbasis di Yaman dan didukung Teheran itu meluncurkan serangan rudal ke arah Israel. Yang menarik, ini adalah serangan pertama mereka sejak AS dan Israel menggempur Iran dengan serangan gabungan besar-besaran akhir Februari lalu. Sebuah pembalasan yang ditunggu, rupanya.
Wakil Menteri Informasi pemerintahan Houthi, Mohammed Mansour, memberikan penjelasan lebih lanjut. Dia berbicara pada Televisi Al-Araby.
Menurut Mansour, keputusan Houthi untuk terjun ke konflik ini adalah bentuk dukungan nyata. "Untuk memberikan dukungan kepada saudara-saudara kami di Iran, yang sedang berjuang dalam pertempuran besar," katanya. Dia juga menyebut bahwa Hizbullah di Lebanon telah lebih dulu mengambil langkah serupa.
Artikel Terkait
Kepala Otorita IKN: Kantor Wapres di IKN Siap, Tunggu Keputusan
Rusia Usir Diplomat Inggris Diduga Mata-Mata, Hubungan Kedua Negara Memanas
Gus Ipul Minta Kepala Desa Hidupkan Puskesos untuk Perkuat Data Bansos
DPRD Nagekeo Desak Kajian Ahli Geologi Atasi Retakan Lereng di Keo Tengah