Setelah jeda libur Lebaran, Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menggeliat. Hari Rabu (25/3/2026) ini, perdagangan untuk tiga saham yang sempat dibekukan akhirnya dibuka kembali. Ketiganya adalah PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM), PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA), dan PT Ifishdeco Tbk (IFSH).
Pengumuman resmi dari Bursa menyatakan, "Suspensi atas perdagangan saham SSTM, TAMA, dan IFSH dibuka kembali mulai sesi I hari ini."
Namun begitu, kembalinya mereka ke pasar punya catatan tersendiri. Saham IFSH, misalnya, kini mengikuti jejak TAMA untuk ditempatkan di papan pemantauan khusus. Keduanya akan diperdagangkan dengan skema full-call auction (FCA). Ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, IFSH sudah mendapat notasi X, dan TAMA menyusul setelah dikunci lebih dari satu hari berturut-turut oleh Bursa.
Latar belakang pembekuan ini, seperti biasa, adalah penurunan harga yang cukup tajam. Saham-saham itu anjlok signifikan sehingga perlu dihentikan sementara.
Kalau kita lihat pergerakan terakhirnya, TAMA sempat catatkan auto reject atas (ARA) di papan FCA. Harga terakhirnya tercatat di Rp113 per lembar pada Rabu, 4 Maret 2026. Nasib serupa dialami IFSH yang juga melesat hingga sentuh ARA, terakhir diperdagangkan di harga Rp3.250.
Di sisi lain, suspensi untuk SSTM relatif lebih singkat. Saham ini hanya digembok satu hari pada 17 Maret lalu. Pemicunya, penurunan 8,26 persen ke level Rp500 di perdagangan sebelumnya.
Jadi, meski ketiganya sudah bisa ditransaksikan lagi, investor perlu mencermati perbedaan perlakuan dan skema perdagangan yang berlaku. Pasar kembali hidup, tapi dengan beberapa catatan penting.
Artikel Terkait
Harga Minyak Dunia Anjlok 14 Dolar dalam Sepekan, Citigroup Sebut Stok Global Tinggi dan Permintaan Melemah
SIG Genjot Ekspor ke Afrika dan Prancis untuk Atasi Kelebihan Pasokan Domestik
Bappenas: Kemacetan Jabodetabek Rugikan Ekonomi Rp100 Triliun per Tahun, SIG Hadirkan Beton Cepat Kering SpeedCrete
Proses Delisting MABA Terhambat, Saham Benny Tjokro yang Disita Kejagung Halangi Buyback