Skemanya akan dijalankan lewat unit lembaga keuangan ultramikro yang ada di dalam struktur KopDes Merah Putih. Tapi peran koperasi ini nggak cuma sampai situ.
Di sisi lain, Ferry menegaskan KopDes Merah Putih juga punya misi lain. Misalnya, menyediakan barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, koperasi ini juga akan bertindak sebagai penyerap hasil produksi atau offtaker dari masyarakat desa. Jadi, lebih komprehensif.
Prabowo sendiri melihat ini sebagai langkah besar. Pengembangan koperasi desa dalam skala masif, dengan target 80.000 unit, disebutnya sebagai sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Bahkan, dia yakin ini bisa jadi studi kasus bagi negara lain.
Latar belakangnya jelas: kebutuhan yang mendesak. Prabowo menggambarkan betapa sulitnya kehidupan petani. Masa tanam hingga panen bisa mencapai 120 hari. Di tengah periode panjang itu, sering muncul kebutuhan mendadak.
"Kadang-kadang istrinya sakit, jadi dia perlu pinjam uang. Dia pinjam uang dari siapa? Dari rentenir," tutur Prabowo.
Dan bunganya? Sangat mencekik. "Rentenir itu ngeri, dia tuh 1% sehari. can you imagine?" ujarnya.
Praktik semacam itulah yang dia anggap sebagai bentuk ketidakadilan. Bahkan, lebih dari itu. "Ini adalah penindasan manusia ke manusia. Masa orang miskin dikenakan [bunga] 1% sehari?"
Jawabannya, sekali lagi, adalah koperasi. Kehadiran KopDes Merah Putih diharapkan bukan sekadar program, tapi solusi nyata yang mengubah alur ekonomi di tingkat akar rumput.
Artikel Terkait
Paskah 2026 Libur Nasional Tanpa Cuti Bersama, Berpotensi Long Weekend
Aprilia Kembali Dominan, Bezzecchi Raih Kemenangan Kelima Beruntun di MotoGP Austin
Ditjen Pajak Perpanjang Batas Lapor SPT Tahunan 2025 hingga 30 April 2026
Kecelakaan Maut di Bogor, Pengendara Motor Tewas Tertabrak Gran Max