“Jika pemerintah AS ingin universitas-universitasnya di kawasan ini bebas dari pembalasan, mereka harus mengutuk pemboman universitas-universitas tersebut dalam pernyataan resmi paling lambat pukul 12 siang pada hari Senin, 30 Maret, waktu Teheran,”
Peringatan itu beredar di media Iran, seperti dilaporkan AFP. Ancaman itu bukan omong kosong. Iran tampaknya serius.
Mereka bahkan menyebar imbauan publik yang terasa mengerikan. Seluruh civitas akademika dan warga sekitar kampus-kampus AS di negara-negara Teluk disarankan untuk menjauh. Menjaga jarak aman, kira-kira satu kilometer dari gedung kampus.
Ini logis. Sejumlah universitas Amerika memang punya cabang di berbagai penjuru wilayah Teluk. Situasinya jadi mencekam. Ancaman itu menggantung, mengubah kampus yang biasanya ramai dengan aktivitas akademik menjadi zona berpotensi bahaya.
Dua universitas di Iran disebut hancur. Sekarang, bola ada di pihak AS. Menunggu tengah hari waktu Teheran, untuk melihat apakah ultimatum ini hanya gertak atau akan benar-benar diwujudkan.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Gelar Latihan Penutup Jelang Final FIFA Series Kontra Bulgaria
Kevin Diks Yakin Timnas Indonesia Bisa Ciptakan Sejarah Lawan Bulgaria
Arus Balik Lebaran 2026 Reda, 2,9 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta
Veda Ega Pratama Gagal Finis di Moto3 AS Usai Insiden Highside