Udara Minggu siang di Isfahan tiba-tiba pecah oleh suara ledakan. Universitas Teknologi Isfahan, sebuah pusat penelitian di Iran tengah, kembali jadi sasaran. Kali ini, serangan gabungan yang ditudingkan kepada Amerika Serikat dan Israel itu meninggalkan kerusakan dan korban.
Dari keterangan resmi kampus yang dilansir AFP, serangan itu tak hanya merusak sebuah lembaga penelitian. Beberapa bangunan lain ikut terdampak. Yang memilukan, empat anggota staf universitas mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
“Sekitar pukul 14.00 hari ini, Universitas Teknologi Isfahan menjadi sasaran untuk kedua kalinya oleh serangan udara brutal dari agresor Zionis-Amerika,”
Begitu bunyi pernyataan kampus yang dikutip kantor berita Fars. Serupa dengan laporan awal, mereka menegaskan ini adalah kali kedua kampus mereka diserang selama konflik berlangsung.
Namun begitu, serangan ini rupanya memantik reaksi keras yang tak tanggung-tanggung. Garda Revolusi Iran langsung merespons dengan ancaman balasan yang spesifik.
Mereka mengeluarkan ultimatum: pemerintah AS harus mengutuk pemboman universitas-universitas Iran secara resmi. Batas waktunya sampai jam 12 siang waktu Teheran, tanggal 30 Maret. Jika tidak, konsekuensinya jelas.
Artikel Terkait
Kevin Diks Yakin Timnas Indonesia Bisa Ciptakan Sejarah Lawan Bulgaria
Arus Balik Lebaran 2026 Reda, 2,9 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta
Veda Ega Pratama Gagal Finis di Moto3 AS Usai Insiden Highside
Kementerian Agama dan BMKG Siapkan 96 Titik Pantau Hilal Jelang Sidang Isbat