Pola serupa terlihat di kelompok menengah. Tabungan mereka naik ke 102,1 dari 100,4. Kenaikan ini, menurut analisis, menunjukkan ada suntikan dana segar ke kantong masyarakat setelah THR dibagikan.
Tapi jangan salah. Situasinya berbeda 180 derajat untuk kelompok atas. Justru di sini, tingkat tabungan mereka malah turun, terkontraksi ke 89,7 dari posisi Februari di 94,3.
Namun begitu, tim ekonom Bank Mandiri punya catatan penting. Meski secara bulanan tabungan kelompok bawah dan menengah membaik, pertumbuhannya secara tahunan ternyata lebih lembek dibanding Ramadan tahun lalu. Artinya, laju menabung secara keseluruhan sedang tidak secepat dulu.
Dalam laporannya yang dikutip Minggu (29/3/2026), tim tersebut menyoroti hal ini.
Jadi, gambaran utuhnya begini: belanja memang terdongkrak, tapi sebagian dananya mungkin berasal dari 'tabungan lama' yang dikuras. Sebuah pola yang mengindikasikan daya tahan keuangan rumah tangga perlu diperhatikan, meski di tengah euforia belanja hari raya.
Artikel Terkait
Pria Ditemukan Tewas dengan Luka Tajam di Pasar Malioboro Jambi
Perawat Lansia di Jepang Dapat Tanda Tangan Presiden Prabowo di Bandara Haneda
Biaya Operasional Pelayaran Global Membengkak Rp5,6 Triliun per Hari Akibat Ketegangan Selat Hormuz
Paus Leo XIV Tegaskan Tuhan Menolak Doa Para Pencetus Perang