Gus Salam Desak Negara Kuasai SDA Strategis dan NU Segera Berbenah

- Minggu, 29 Maret 2026 | 19:30 WIB
Gus Salam Desak Negara Kuasai SDA Strategis dan NU Segera Berbenah

Gus Salam: Negara Harus Kuasai Kekayaan Strategis untuk Rakyat

Di sebuah pesantren di Denanyar, Jombang, suara khas seorang kiai kembali mengingatkan tentang haluan bangsa. KH Abdussalam Shohib, atau yang akrab disapa Gus Salam, dengan tegas menyatakan bahwa sumber daya alam strategis yang menjadi hajat hidup orang banyak wajib dikembalikan ke pangkuan negara. Pengelolaannya pun harus mandiri, lepas dari cengkeraman pihak asing. Menurutnya, ini soal kedaulatan.

"Ekonomi berbasis gotong royong dan kreativitas inovatif diarus utamakan," ujar Gus Salam, Minggu (29/3/2026).

"Diarahkan agar terjadi pemerataan," tambahnya.

Sebagai cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), pria ini menegaskan komitmen organisasi itu terhadap Indonesia bukanlah hal baru. Komitmen itu sudah terukir dalam sejarah panjang, dan takkan pernah luntur. Kenapa? Karena ia telah menyatu dalam keyakinan beragama, cara berpikir, dan orientasi NU dalam bernegara.

"NU turut melahirkan negara, tidak mungkin mengkhianatinya, tapi menjaganya," tegas mantan Katib PBNU periode 2015-2018 itu.

Namun begitu, Gus Salam tak menutup mata. Sebagai kekuatan masyarakat sipil yang ikut membidani gerakan reformasi 1998, NU ternyata juga terbawa arus perubahan. Faktor internal dan eksternal, ujarnya, sempat melemahkan daya tahan organisasi ini.

"Walau sempat menyadarinya, namun karena faktor internal dan eksternal membuat daya tahan NU, melemah," ucapnya.

Pragmatisme dalam kepengurusan disebutnya sebagai salah satu virus. Hal itu melemahkan idealisme, menggerogoti etika, dan menonjolkan individualisme. Pola pikirnya pun jadi serba "sumbu pendek".

Karena itulah, NU harus segera berbenah. Organisasi ini harus kuat dari dalam, sehat, dan mandiri untuk menjaga kedaulatannya sendiri. Tujuannya agar bisa kembali menjadi pelopor baik dalam kemandirian, kesehatan bermasyarakat, maupun kedaulatan bernegara. Semua demi keluhuran Islam Aswaja dan kebesaran Nusantara.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar