Setelah itu, festival berlanjut ke puncaknya pada 7 dan 8 April. Dua agenda utama: job fair besar-besaran dan forum ekspor. Bayangkan, ada lebih dari seribu lowongan kerja yang disiapkan. Yang menarik, peluang ini juga terbuka bagi penyandang disabilitas, seperti daksa ringan, tunarungu, dan down syndrome.
Acara berlangsung dari pagi hingga sore. Bagi yang mau mendaftar lowongan dalam negeri, bisa lewat tautan bit.ly/daftarassik. Sementara untuk lowongan luar negeri, calon peserta bisa akses situs BP2MI atau datang langsung ke kantornya di Jalan Imam Bonjol.
"Wawancara langsung digelar di Balai Pemuda pada 7 April dan berlanjut di Grand City pada 8 April bagi peserta yang lolos seleksi awal," kata Agus.
Di sisi lain, forum ekspor juga tak kalah seru. Buyer dari enam negara akan hadir. Amerika Serikat, Brunei, dan Pakistan datang langsung. Sementara Oman, Hong Kong, dan Singapura ikut secara daring. Mereka bakal bertemu pelaku industri dalam sesi business matching yang diharapkan menghasilkan transaksi nyata, bukan sekadar perkenalan.
Secara keseluruhan, partisipasinya cukup masif. Lebih dari 700 perusahaan terlibat. Rinciannya, 60 pelaku IKM ikut coaching clinic, dan 644 perusahaan besar ambil bagian dalam seluruh rangkaian. Yang patut dicatat, semua kegiatan ini tak menggunakan anggaran daerah.
"Seluruh rangkaian kegiatan ini diselenggarakan tanpa menggunakan APBD. Dukungan penuh datang dari pihak swasta, yakni Performa Optima Group, sementara pemkot berperan sebagai fasilitator," pungkas Agus Hebi Djuniantoro menutup penjelasan.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Gagal Finis di Moto3 AS Usai Insiden Highside
Kementerian Agama dan BMKG Siapkan 96 Titik Pantau Hilal Jelang Sidang Isbat
Pria Ditemukan Tewas dengan Luka Tajam di Pasar Malioboro Jambi
Perawat Lansia di Jepang Dapat Tanda Tangan Presiden Prabowo di Bandara Haneda