Beberapa wajah lain juga tampak. Ada Menko Polhukam Djamari Chaniago, Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie, dan Wamen LHK Diaz Hendropriyono. Mereka semua hadir untuk melepas seorang negarawan.
Karir Juwono memang panjang dan berwarna. Sebelum dua kali memegang pos puncak di Kemhan, pria bergelar profesor ini sudah lebih dulu berkecimpung di kabinet lain. Di era Presiden Soeharto, tepatnya tahun 1998, dia menjadi Menteri Negara Lingkungan Hidup.
Lalu, ketika Indonesia memasuki masa reformasi di bawah Presiden BJ Habibie, Juwono dipercaya memegang tampuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Itu hanya sebentar, dari Mei hingga Oktober 1999.
Tak lama setelahnya, di era Gus Dur, dia akhirnya pertama kali menjabat Menhan. Namun begitu, perjalanannya tak berhenti di situ. Presiden Megawati Soekarnoputri mengangkatnya sebagai Duta Besar RI untuk Inggris pada 2003.
Dan puncaknya, ketika SBY memimpin, Juwono kembali dipanggil untuk memimpin Kementerian Pertahanan untuk kali kedua. Lima tahun penuh, dari 2004 hingga 2009, dia mengabdikan diri di sana.
Kini, semua pengabdian itu telah berakhir. Prosesi militer di Kalibata menjadi penutup. Peti jenazahnya diturunkan ke peristirahatan terakhir, diiringi tembakan salvo penghormatan dan doa dari segenap bangsa yang kehilangan.
Artikel Terkait
Mantan Danjen Kopassus Gugat Polda Metro Jaya Soal Penanganan Kasus Ijazah Jokowi
BAPERA Bantah Ketum Fahd El Fouz Terkait Dugaan Pengeroyokan
Rano Karno: Perputaran Ekonomi Jakarta Capai Rp48 Triliun di Akhir Tahun
Herdman Puas dengan Persiapan Timnas Indonesia Jelang Final FIFA Series 2026