Kenangan untuk Sang Pemikir Pertahanan
Suasana hening menyelimuti Kantor Kementerian Pertahanan, Minggu (29/3) pagi. Di sana, Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Ia datang untuk melayat kepergian Juwono Sudarsono, mantan menteri pertahanan yang pernah bekerja bersamanya.
SBY mengenang almarhum sebagai putra terbaik bangsa. Pertemanan mereka, katanya, sudah terjalin sejak lama.
Begitu tutur SBY di lokasi. Ia menggambarkan Juwono bukan sekadar birokrat, melainkan seorang intelektual dengan gagasan-gagasan besar. Pemikirannya, terutama di ranah hubungan internasional dan pertahanan, disebutnya sangat cemerlang.
Menariknya, kedekatan pribadi itu kemudian melahirkan kesamaan visi. Menurut SBY, persamaan pandangan itulah yang menjadi fondasi kerja sama mereka. Terutama saat mendorong reformasi tubuh militer pasca 1998, sebuah periode yang penuh gejolak.
Artikel Terkait
Jens Raven Gantikan Mauro Zijlstra yang Cedera untuk Final FIFA Series 2026
Nenek Penjual Sosis di Maros Jadi Korban Pencurian Berani di Siang Bolong
Pakar UGM: PP TUNAS Perlu Diimbangi Literasi Digital untuk Cegah Kecanduan Anak
Mantan Menhan Juwono Sudarsono Dimakamkan dengan Penghormatan Militer di Kalibata