Kerja sama itu pun berlanjut. Saat SBY memimpin negeri ini, ia mempercayakan portofolio pertahanan kepada Juwono. Masa itu diisi dengan berbagai langkah strategis. Modernisasi alutsista, misalnya, digenjot agar kemampuan militer Indonesia semakin diperhitungkan di kawasan ASEAN.
Namun begitu, kontribusi Juwono tak berhenti di situ. Ada satu hal yang mungkin kurang dikenal publik: andil besarnya dalam mendirikan Universitas Pertahanan Indonesia.
Bagi SBY, warisan Juwono melampaui sekadar urusan pertahanan. Ada aspek diplomasi yang juga ditekankan almarhum. Di tengah dinamika global yang kerap tak menentu, Indonesia membutuhkan diplomat-diplomat yang tangguh dan cerdas. Itu pesan yang selalu dipegangnya.
Kini, sang pemikir telah pergi. Tetapi gagasan-gagasannya, seperti yang diungkapkan SBY, akan terus dikenang.
Artikel Terkait
Jens Raven Gantikan Mauro Zijlstra yang Cedera untuk Final FIFA Series 2026
Nenek Penjual Sosis di Maros Jadi Korban Pencurian Berani di Siang Bolong
Pakar UGM: PP TUNAS Perlu Diimbangi Literasi Digital untuk Cegah Kecanduan Anak
Mantan Menhan Juwono Sudarsono Dimakamkan dengan Penghormatan Militer di Kalibata