Hamish Daud dan Christy Jusung: Dua Pandangan Berseberangan Soal Hubungan Pascaperceraian

- Rabu, 19 November 2025 | 18:40 WIB
Hamish Daud dan Christy Jusung: Dua Pandangan Berseberangan Soal Hubungan Pascaperceraian
Perspektif Hubungan Pascaperceraian: Hamish Daud dan Christy Jusung Berbeda Pandangan

Perspektif Hubungan Pascaperceraian: Hamish Daud dan Christy Jusung Berbeda Pandangan

JAKARTA - Dua publik figur mengungkapkan pendekatan berbeda dalam menjaga hubungan setelah perceraian. Hamish Daud menyebut mantan istri, Raisa, sebagai "sahabat terbaik", sementara Christy Jusung menyatakan ketidakmampuannya mempertahankan hubungan persahabatan dengan mantan pasangan.

"Mantan pasangan tidak bisa menjadi best friend. Saya masih berhubungan baik karena dia adalah ayah dari anak-anak saya," ungkap Christy Jusung mengenai hubungannya dengan Hengky Kurniawan.

Pernyataan Christy ini muncul sebagai respons tidak langsung terhadap pengakuan Hamish Daud yang menyebut Raisa sebagai sahabat terbaiknya pasca-proses perceraian mereka. Perbedaan pendekatan ini menunjukkan variasi dalam mengelola hubungan pascaperceraian di kalangan selebritas.

Dinamika Hubungan Pascaperceraian

Psikolog hubungan keluarga, Dr. Amelia Setyaningsih, menjelaskan bahwa tidak ada formula baku dalam menentukan pola hubungan setelah perceraian. "Setiap individu memiliki cara berbeda dalam memaknai dan melanjutkan hubungan setelah pernikahan berakhir. Yang terpenting adalah menemukan format yang sehat bagi semua pihak, terutama jika ada anak yang terlibat," jelasnya.

Christy Jusung menekankan bahwa meski tidak dapat menjadikan Hengky Kurniawan sebagai sahabat terbaik, komunikasi tetap terjaga dengan baik demi anak-anak mereka. Pendekatan ini mencerminkan komitmen parental yang kuat meski hubungan pernikahan telah berakhir.

Konteks Persahabatan dalam Perceraian

Pernyataan Hamish Daud tentang Raisa sebagai "best friend" mengundang berbagai tanggapan dari publik dan sesama selebritas. Beberapa mengapresiasi kedewasaan yang ditunjukkan, sementara yang lain, seperti Christy, menyatakan keterbatasan dalam menerapkan konsep tersebut.

Ahli komunikasi keluarga, Rudi Hermawan, menambahkan, "Konsep persahabatan pascaperceraian memang kompleks. Banyak faktor yang mempengaruhi, termasuk bagaimana proses perceraian terjadi dan kedewasaan emosional masing-masing pihak."

Laporan: Tim Investigasi Hubungan Keluarga

Editor: Maria Tambunan

Tanggal Publikasi: 18 November 2025

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar