Sentimen pasar saham kita masih kelabu. IHSG berpotensi melanjutkan tren merah pada perdagangan Kamis (29/1/2026) ini. Pemicunya? Pengumuman terbaru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dinilai memperburuk suasana.
Kemarin Rabu, situasinya sudah cukup mencekam. Bursa Efek Indonesia sampai harus mengambil langkah ekstrem: menghentikan sementara perdagangan. Itu terjadi setelah IHSG anjlok 8 persen ke level 8.261,7. Di akhir sesi, pelemahan masih signifikan, 7,35 persen ke 8.320, dengan tekanan jual yang terasa sangat kuat.
Analis MNC Sekuritas punya pandangan teknis yang cukup detail. Menurut mereka, IHSG saat ini sedang berada dalam fase koreksi yang belum selesai.
"Posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [iv] dari wave 3, sehingga IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya ke rentang 8,127-8.168. Adapun area penguatan terdekatnya berada di 8.374-8.490,"
Secara level, support diperkirakan ada di 8.187 dan 8.137. Sementara resistance menunggu di 8.354 dan 8.414. Di tengah kondisi ini, beberapa saham justru menarik untuk dicermati, terutama bagi yang punya strategi 'buy on weakness'. Berikut beberapa di antaranya.
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) - Saham ini turun 2,27 persen ke Rp1.940 dengan tekanan jual yang meningkat. Namun, ada secercah harapan: koreksinya masih tertahan oleh garis MA20. Analis memperkirakan ARCI sedang dalam bagian dari wave [b] dari wave 4. Rekomendasi beli di kisaran Rp1.885-Rp1.925, dengan target Rp2.000 dan Rp2.050. Stoploss di bawah Rp1.855.
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) - Koreksinya cukup dalam, 15 persen ke Rp1.445. Meski agresif, volumenya justru mengecil. Posisinya diperkirakan sedang pada wave A dari wave (4). Untuk yang berani, area beli ada di Rp1.255-Rp1.370. Target jauh lebih tinggi: Rp1.665 dan Rp1.790. Batas stoploss di bawah Rp1.215.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) - Melemah 6,25 persen ke Rp6.375 dan masih didominasi jual. Mirip dengan ARCI, saham ini masih bertahan di atas MA20. Posisi teknisnya diduga sedang di wave 4 dari wave (C). Rekomendasi beli di rentang Rp5.925-Rp6.200. Target harga Rp6.425 dan Rp6.725, dengan stoploss di bawah Rp5.825.
PT Petrosea Tbk (PTRO) - Ini salah satu yang terkoreksi paling signifikan, anjlok 14,87 persen ke Rp7.300. Volumenya juga mengecil. Analis melihat PTRO mungkin sedang berada di akhir fase penurunan, tepatnya di akhir wave [iii] dari wave C dari wave (4). Area akumulasi disarankan di Rp7.025-Rp7.300. Jika benar, targetnya bisa ke Rp7.825 bahkan Rp8.325. Tapi hati-hati, stoploss ketat di bawah Rp6.700.
Semua rekomendasi tentu punya risiko tinggi. Pasar sedang tidak stabil, dan sentimen bisa berubah cepat. Jadi, lakukan analisis mendalam sebelum memutuskan apa pun.
Artikel Terkait
Taspen Serahkan Santunan Rp283 Juta ke Ahli Waris Guru SD Korban Tabrakan Kereta di Bekasi
SIG Luncurkan Semen Hijau dengan Emisi Karbon 38 Persen Lebih Rendah
ITMG Bagikan Dividen Final Rp992 per Saham untuk Tahun Buku 2025
MDS Retailing Cetak Laba Bersih Rp692 Miliar di Kuartal I-2026, Didorong Lonjakan Penjualan Luar Jawa