"Ini saya ngajak keluarga aja ke CFD. Jalan biasa aja, nanti kita mau jajan-jajan di sana," kata Aprian dengan santai.
Bibinya, Heni, mengaku senang bisa diajak. Menurutnya, suasana CFD di tengah gedung-gedung pencakar langit Jakarta punya daya tarik sendiri.
"Di Palembang itu ada juga CFD, namanya di Kambang Iwak. Kalau di sini seru ya alhamdulillah, bisa sambil kumpul, gratis juga, bisa lihat gedung-gedung tinggi," tutur Heni.
Lalu ada juga dua remaja, Yasril dan Aal, yang datang dari Bogor. Mereka mengayuh sepeda sejak pagi, hanya untuk merasakan lagi keriuhan CFD yang mereka rindukan.
"Sebelum-sebelumnya sering ke CFD. Ini balik lagi sambil sepedaan aja," kata Aal, yang masih berusia 15 tahun.
"Seru aja sepedaan ke CFD dari Bogor, sambil olahraga. Kemarin kita udah libur lama, sekarang gerakin otot lagi," tambahnya penuh semangat.
Rupanya, CFD bukan cuma soal olahraga. Ini juga jadi ruang reuni kecil, tempat melepas rindu pada aktivitas luar ruangan, dan tentu saja, cara paling asyik untuk ‘membayar’ dosa kuliner selama hari raya.
Artikel Terkait
Jens Raven Gantikan Mauro Zijlstra yang Cedera untuk Final FIFA Series 2026
Nenek Penjual Sosis di Maros Jadi Korban Pencurian Berani di Siang Bolong
Pakar UGM: PP TUNAS Perlu Diimbangi Literasi Digital untuk Cegah Kecanduan Anak
Mantan Menhan Juwono Sudarsono Dimakamkan dengan Penghormatan Militer di Kalibata