Thailand
Thailand juga berhasil mendapatkan izin untuk salah satu kapal tankernya. Menteri Luar Negeri Sihasak Phuangketkeow menyebut, setelah koordinasi bilateral, Iran mengizinkan kapal tanker milik Bangchak Corporation untuk melintas dan kembali ke Thailand.
Pihak Thailand masih mengupayakan izin serupa untuk kapal lain yang dioperasikan oleh SCG Chemicals.
Bangladesh
Kabarnya, kapal tanker yang menuju Bangladesh juga termasuk yang diizinkan. Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri mengatakan kepada Anadolu bahwa akses itu diberikan karena Bangladesh dianggap "tidak bermusuhan". Meski begitu, pejabat lain menyebut belum ada komunikasi resmi spesifik dari Iran, namun memastikan kapal Bangladesh tidak dikenai pembatasan apa pun.
Indonesia
Di sisi lain, respons positif juga datang untuk Indonesia. Kementerian Luar Negeri RI memastikan Iran merespons baik permintaan agar dua kapal tanker Pertamina yang tertahan bisa melintas dengan aman. Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan koordinasi intensif telah dilakukan sejak awal oleh KBRI di Teheran.
Langkah teknis dan operasional kini sedang dijalani, meski waktu pastinya untuk kapal-kapal itu keluar dari selat masih belum bisa dipastikan.
Jepang
Terakhir, ada sinyal terbuka untuk Jepang. Menlu Iran Abbas Araghchi menyatakan kesediaan Teheran untuk memfasilitasi pelayaran kapal-kapal Jepang. Dalam wawancara dengan Kyodo News, dia menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak ditutup.
Dia menekankan bahwa Iran, pasca-serangan, tidak menginginkan gencatan senjata biasa, melainkan pengakhiran perang yang lengkap dan langgeng. Araghchi menawarkan bantuan pengamanan jalur bagi negara seperti Jepang, asalkan ada koordinasi sebelumnya dengan Teheran. Negosiasi mengenai hal ini disebutnya masih berlangsung.
Artikel Terkait
Fadlun Kritik Wacana Merumahkan ASN PPPK, MUI Sampaikan Sikap Soal PP TUNAS
Harga Emas di Pegadaian Naik, Antam Sentuh Rp2,9 Juta per Gram
Astrologi Sebut 4 Zodiak yang Kerap Alami Kesulitan dalam Hubungan Asmara
Minat Mobil Listrik China Tinggi di AS, Namun Regulasi dan Tarif Jadi Penghalang Utama