Teheran digegerkan oleh pengumuman Kementerian Intelijen Iran. Mereka mengklaim telah membekuk sejumlah agen Mossad, dinas intelijen Israel, yang disebut-sebut beroperasi di ibu kota. Operasi ini berhasil mengamankan seorang pria yang diduga menjadi bagian dari jaringan tersebut.
Menurut keterangan resmi, pria itu ketahuan mengirim informasi sensitif lewat aplikasi Telegram. Data yang dibocorkan termasuk lokasi sistem keamanan negara, yang kemudian dikirimkan ke pihak yang dianggap musuh.
"Saya kirim lokasi-lokasi dan teks melalui bot Telegram 'Iran Internasional'. Di Telegram, ada iklan di kanal 'Iran International' yang minta pengiriman foto-video. Karena mereka minta, jadi saya kirimkan,"
Begitu pengakuan pelaku, seperti dilaporkan Metro Siang, Metro TV akhir pekan lalu, Sabtu 28 Maret 2026.
Dampak dari kebocoran informasi itu ternyata sangat fatal. Dalam proses penyelidikan, terungkap sebuah insiden memilikan: seorang ayah dan anaknya ditemukan tewas di sebuah pos pemeriksaan. Kematian mereka diduga kuat terkait langsung dengan informasi yang dijual oleh tersangka.
Artikel Terkait
Minat Mobil Listrik China Tinggi di AS, Namun Regulasi dan Tarif Jadi Penghalang Utama
BMKG: Hujan Masih Guyur Sejumlah Kota, Waspada Potensi Petir di Arus Balik
AS Siap Gelar Pertemuan dengan Iran Pekan Ini di Tengah Ketegangan
Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Melintas di Tengah Blokade Selat Hormuz