“Yang kita enggak bisa (produksi) seperti gandum, itu dari Eropa, Amerika. Kedelai kita enggak punya, itu dari Eropa dan Amerika,” jelasnya.
“Jadi tidak ada pangan yang tergantung dari Timur Tengah.”
Poin penting yang ditekankan menteri adalah imbauan kepada masyarakat. Dia meminta agar publik tidak terjebak dalam kepanikan. Tidak perlu membeli berlebihan atau panic buying. Stok nasional, tegasnya, benar-benar terkendali.
“Tidak usah khawatir ya,” pesan Zulhas.
“Stoknya, pengadaannya, inshaallah tidak ada masalah apa pun. Jadi tidak usah khawatir apalagi berebut membeli stoknya berlebihan, enggak perlu. Cukup secukupnya.”
Pernyataan itu sekaligus menegaskan posisi pemerintah yang berusaha menjaga stabilitas pasar. Meski badai konflik melanda dunia, kata Zulhas, Indonesia punya pondasi yang cukup kuat untuk bertahan setidaknya di sektor pangan.
Artikel Terkait
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Syawal 1447 H Bertepatan dengan Awal April 2026
Garena Bagikan 30 Kode Redeem Free Fire Gratis untuk 28 Maret 2026
LRT Sumsel Angkut Lebih dari 213 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran 2026
Mentan: Indonesia Jadi Rujukan Swasembada Pangan, Tapi Ancaman Impor Masih Nyata