Di tengah hiruk-pikuk konflik global yang memanas, terutama di Timur Tengah, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan justru menyampaikan kabar yang menenangkan. Menurutnya, kondisi pangan dalam negeri kita tetap aman. Klaim ini dia sampaikan langsung usai meninjau Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu lalu.
“Kita bersyukur bahwa kebijakan Bapak Presiden dari jauh hari tepat, bahwa kita harus swasembada pangan,” ujar Zulhas.
“Kita harus mandiri di bidang pangan.”
Langkah antisipatif itulah, katanya, yang membuat Indonesia relatif lebih tahan. Gejolak di luar negeri, termasuk perang, dinilainya takkan terlalu menggoyah ketahanan pangan nasional. Pemerintah sudah bersiap.
Lalu, bagaimana dengan stok beras? Zulhas menyebut angka yang cukup melegakan. Tahun lalu, Indonesia mencatat surplus sekitar 4 juta ton. Tahun ini, angka serupa diprediksi bakal terulang. “Jadi inshaallah kalau beras tahun ini sampai tahun depan kita aman stoknya,” katanya lagi dengan nada meyakinkan.
Tak cuma beras. Sejumlah komoditas lain seperti jagung, ayam, telur, dan sayur-mayur juga dipastikan dalam kondisi aman. Alasannya sederhana: sebagian besar diproduksi di dalam negeri. Di sisi lain, Zulhas mengakui masih ada ketergantungan impor untuk beberapa barang. Misalnya gandum dan kedelai, yang masih didatangkan dari Eropa dan Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Syawal 1447 H Bertepatan dengan Awal April 2026
Garena Bagikan 30 Kode Redeem Free Fire Gratis untuk 28 Maret 2026
LRT Sumsel Angkut Lebih dari 213 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran 2026
Mentan: Indonesia Jadi Rujukan Swasembada Pangan, Tapi Ancaman Impor Masih Nyata